Acanthosis nigricans - Akantosis Nigrikanshttps://en.wikipedia.org/wiki/Acanthosis_nigricans
Akantosis Nigrikans (Acanthosis nigricans) adalah kondisi medis yang ditandai oleh hiperpigmentasi kulit berwarna coklat hingga hitam, tidak beraturan, dan halus. Lesi biasanya muncul pada lipatan tubuh, seperti lipatan posterior dan lateral leher, ketiak, selangkangan, pusar, dahi, serta area lainnya. Kondisi ini berhubungan dengan disfungsi endokrin, terutama resistensi insulin dan hiperinsulinemia, seperti yang sering terlihat pada diabetes mellitus.

Penyebab
Umumnya terjadi pada individu berusia di bawah 40 tahun, dapat diturunkan secara genetik, dan berhubungan dengan obesitas atau gangguan endokrin, seperti hipotiroidisme, akromegali, sindrom ovarium polikistik, resistensi insulin, atau penyakit Cushing.

Pengobatan – Obat OTC
#40% urea cream
☆ Pada hasil Stiftung Warentest tahun 2022 dari Jerman, kepuasan konsumen terhadap ModelDerm hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsultasi telemedis berbayar.
  • Hal ini biasa terjadi pada orang yang mengalami obesitas.
  • Pigmentasi hitam dan kerutan di kedua ketiak menandakan Akantosis Nigrikans (Acanthosis nigricans).
References Acanthosis Nigricans 28613711 
NIH
Acanthosis nigricans adalah manifestasi kulit dari kondisi yang mendasarinya. Seringkali muncul di lipatan kulit seperti leher, ketiak, dan selangkangan, tampak seperti bercak gelap bertekstur beludru dengan tepi tidak jelas. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan diabetes dan resistensi insulin, namun dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menjadi tanda adanya kanker internal. Ia juga dapat muncul karena gangguan hormon atau penggunaan obat‑obatan tertentu, seperti steroid dan pil KB.
Acanthosis nigricans is a cutaneous manifestation of an underlying condition. It usually develops in skin folds, such as the back of the neck, axilla, and groin, where it presents as velvety hyper-pigmented patches with poorly defined borders. Acanthosis nigricans is most commonly associated with diabetes and insulin resistance, but rarely it can be a sign of internal malignancy. It can also occur with hormone disorders or with the use of certain medications like systemic glucocorticoids and oral contraceptives.
 Current treatment options for acanthosis nigricans 30122971 
NIH
Acanthosis nigricans (AN) adalah kondisi kulit yang umum dan terkait dengan berbagai masalah kesehatan, seperti resistensi insulin, diabetes, obesitas, kanker tertentu, gangguan hormonal, serta reaksi terhadap obat‑obatan. Pengobatan AN berfokus pada penanganan penyebab kesehatan yang mendasarinya. Pada awal evaluasi, dokter memeriksa tanda‑tanda sindrom resistensi insulin, yang meliputi obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2. Dokter sering meresepkan topical retinoids sebagai pilihan terapi pertama karena dapat membantu menebalkan kulit. Namun, obat‑obatan tersebut mungkin tidak sepenuhnya mengatasi penggelapan kulit. Pilihan terapi lain, seperti salicylic acid, podophyllin, urea, dan calcipotriol, juga dapat diterapkan secara rutin.
Acanthosis nigricans (AN) is a common dermatologic manifestation of systemic disease that is associated with insulin resistance, diabetes mellitus, obesity, internal malignancy, endocrine disorders, and drug reactions. Treatment of AN primarily focuses on resolution of the underlying disease processes causing the velvety, hyperpigmented, hyperkeratotic plaques found on the skin. Initial considerations for the AN workup include evaluating patients for insulin resistance syndrome characterized by obesity, dyslipidemia, hypertension, and diabetes mellitus type II. For cosmetic treatment, topical retinoids are considered the first-line therapy for insulin-resistant AN by modifying keratinization rate. However, topical tretinoin requires application for long durations and improves hyperkeratosis, but not hyperpigmentation. Topical salicylic acid, podophyllin, urea, and calcipotriol also require frequent application, while TCA peels may provide a faster and less time-intense burden.