Eczema herpeticum - Eksim Herpeticumhttps://en.wikipedia.org/wiki/Eczema_herpeticum
Eksim Herpeticum (Eczema herpeticum) adalah infeksi menyebar yang jarang namun parah, biasanya terjadi pada area kulit yang rusak akibat dermatitis atopik, luka bakar, penggunaan steroid topikal, atau eksim jangka panjang.

Kondisi menular ini muncul sebagai banyak vesikel yang menumpuk pada kulit dengan dermatitis atopik, sering kali disertai demam dan limfadenopati. Eksim herpeticum dapat mengancam nyawa bayi.

Kondisi ini paling sering disebabkan oleh virus herpes simpleks. Penyakit ini dapat diobati dengan antivirus sistemik, seperti acyclovir.

Diagnosis dan Pengobatan
Kesalahan diagnosis sebagai lesi eksim (dermatitis atopik, dll.) dan penggunaan salep steroid dapat memperburuk lesi.
#Acyclovir
#Fancyclovir
#Valacyclovir
☆ Pada hasil Stiftung Warentest tahun 2022 dari Jerman, kepuasan konsumen terhadap ModelDerm hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsultasi telemedis berbayar.
  • Awalnya sering disangka dermatitis atopik, padahal sebenarnya penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus herpes. Hal ini ditandai dengan lesi berkelompok berupa lepuh kecil dan kerak dengan bentuk yang serupa.
  • Sering disalahartikan sebagai dermatitis atopik.
  • Karena merupakan infeksi virus herpes, ciri khasnya meliputi lepuh dan kerak.
  • Pada sebagian besar kasus Eksim Herpeticum (Eczema herpeticum), biasanya terdapat dermatitis atopik. Jika lepuh‑lepuh kecil muncul secara tiba‑tiba dalam jumlah banyak tanpa riwayat cedera, diagnosis infeksi virus herpes simpleks harus dipertimbangkan.
  • Berbeda dengan dermatitis atopik yang mencakup berbagai jenis lesi, infeksi virus herpes simpleks menghasilkan lesi yang relatif seragam.
References Eczema Herpeticum 32809616 
NIH
Eczema herpeticum (EH) adalah infeksi kulit yang meluas, disebabkan oleh virus herpes simpleks pada penderita dermatitis atopik. Biasanya muncul secara tiba‑tiba dengan vesikel‑vesikel seperti lepuh, erosi, dan koreng pada area yang rawan eksim. Gejalanya dapat meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, atau rasa tidak enak badan. EH dapat bervariasi, mulai dari ringan dan sementara pada orang dewasa yang sehat hingga sangat serius, terutama pada anak‑anak, bayi, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Memulai pengobatan antivirus sejak dini dapat membantu memperpendek durasi kasus ringan dan mencegah komplikasi pada kasus yang parah.
Eczema herpeticum (EH) is a disseminated cutaneous infection with herpes simplex virus that develops in a patient with atopic dermatitis. EH typically presents as a sudden onset eruption of monomorphic vesicles and punched-out erosions with hemorrhagic crusts over eczematous areas. Patients may have systemic symptoms, such as fever, lymphadenopathy, or malaise. Presentation ranges from mild and self-limiting in healthy adults to life-threatening in children, infants, and immunocompromised patients. Early treatment with antiviral therapy can shorten the duration of mild disease and prevent morbidity and mortality in severe cases.
 Eczema Herpeticum - Case reports 28813215
Seorang anak perempuan berusia 8 tahun dengan dermatitis atopik datang dengan keluhan lepuh merah yang gatal dan menonjol, dengan lekukan kecil di tengahnya. Pemeriksaan menunjukkan bahwa ia terinfeksi herpes simplex virus tipe 1.
An 8-year-old girl with atopic dermatitis came in with a widespread outbreak of itchy, raised, red blisters with a small indentation in the center. Tests showed she had herpes simplex virus type 1.