Livedo reticularis adalah temuan umum pada kulit yang berupa pola pembuluh darah retikular berbintik‑bintik, menyerupai perubahan warna kulit keunguan seperti renda. Kondisi ini dapat dipicu atau diperburuk oleh paparan dingin, dan paling sering muncul pada ekstremitas bawah. Perubahan warna terjadi karena berkurangnya aliran darah melalui arteriol yang mensuplai kapiler kulit, sehingga darah yang terdeoksigenasi tampak berwarna biru. Penyebab sekunder meliputi hiperlipidemia, gangguan hematologi atau anemia mikrovaskuler, defisiensi nutrisi, penyakit autoimun, serta obat‑obatan atau toksin.
Livedo reticularis is a common skin finding consisting of a mottled reticulated vascular pattern that appears as a lace-like purplish discoloration of the skin.
☆ Pada hasil Stiftung Warentest tahun 2022 dari Jerman, kepuasan konsumen terhadap ModelDerm hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsultasi telemedis berbayar.
Lesi akibat stenosis aortoiliac infrarenal yang parah.
Livedo reticularis (LR) adalah kondisi kulit yang ditandai dengan pola menyerupai jaring, bersifat sementara atau kronis, berbintik‑bintik, berwarna biru kemerahan hingga ungu. Penyakit ini paling sering menyerang wanita paruh baya dan biasanya tidak menimbulkan gejala. Sebaliknya, livedo racemosa (LRC) merupakan bentuk yang lebih serius dan sering terkait dengan sindrom antibodi antifosfolipid. Livedo reticularis (LR) is a cutaneous physical sign characterized by transient or persistent, blotchy, reddish-blue to purple, net-like cyanotic pattern. LR is a benign disorder affecting mainly middle-aged females, whereas livedo racemosa (LRC) is pathologic, commonly associated with antiphospholipid antibody syndrome.