Seborrheic keratosis - Keratosis Seboroik
https://en.wikipedia.org/wiki/Seborrheic_keratosis
☆ Pada hasil Stiftung Warentest tahun 2022 dari Jerman, kepuasan konsumen terhadap ModelDerm hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsultasi telemedis berbayar. 
Ini adalah tumor jinak yang umum terjadi pada orang Asia. Jika dicurigai adanya kutil atau karsinoma sel skuamosa, biopsi dapat dilakukan.

Keratosis Seboroik (Seborrheic keratosis)

Lesi ini menyerupai kutil.
relevance score : -100.0%
References
Seborrheic Keratosis 31424869 NIH
Seborrheic keratoses adalah pertumbuhan kulit yang sering muncul pada orang dewasa dan lanjut usia. Mereka tidak berbahaya dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Terapi laser merupakan pilihan non‑bedah untuk mengatasi seborrheic keratoses. Dua jenis terapi laser yang digunakan: ablative (e.g., YAG and CO₂ lasers) dan non‑ablative (e.g., 755 nm alexandrite laser).
Seborrheic keratoses are epidermal skin tumors that commonly present in adult and elderly patients. They are benign skin lesions and often do not require treatment. Laser therapy is non-surgical option for patients in the treatment of seborrheic keratosis. Ablative laser therapy includes (YAG and CO2 lasers), and non-ablative lasers (755 nm alexandrite laser) have been utilized for this purpose.
Benign Eyelid Lesions 35881760 NIH
Lesi inflamasi jinak yang paling umum adalah chalazion dan pyogenic granuloma. Infeksi dapat menyebabkan berbagai kelainan, seperti verruca vulgaris, molluscum contagiosum, dan hordeolum. Lesi neoplastik jinak meliputi squamous cell papilloma, epidermal inclusion cyst, dermoid/epidermoid cyst, acquired melanocytic nevus, seborrheic keratosis, hidrocystoma, Zeiss cyst, dan xanthelasma.
The most common benign inflammatory lesions include chalazion and pyogenic granuloma. Infectious lesions include verruca vulgaris, molluscum contagiosum, and hordeolum. Benign neoplastic lesions include squamous cell papilloma, epidermal inclusion cyst, dermoid/epidermoid cyst, acquired melanocytic nevus, seborrheic keratosis, hidrocystoma, cyst of Zeiss, and xanthelasma.
Lesi keratosis seboroik muncul dalam berbagai warna, dari coklat muda hingga hitam. Bentuknya bulat atau lonjong, terasa datar atau sedikit menonjol, menyerupai keropeng pada luka yang sedang menyembuh, dan ukurannya bervariasi dari sangat kecil hingga lebih dari 2,5 sentimeter (1 inci).
○ Diagnosa
Lesi berpigmen gelap sulit dibedakan dari melanoma nodular. Selain itu, keratosis seboroik tipis pada kulit wajah sangat sulit dibedakan dari lentigo maligna bahkan dengan dermatoskopi. Secara klinis, nevi epidermal menyerupai keratosis seboroik. Nevi epidermal biasanya muncul pada atau menjelang kelahiran. Kondiloma dan kutil secara klinis menyerupai keratosis seboroik. Pada penis dan kulit genital, kondiloma dan keratosis seboroik sulit dibedakan.
○ Epidemiologi
Keratosis seboroik adalah tumor kulit jinak yang paling umum. Dalam sebuah studi kohort besar, 100 % pasien berusia di atas 50 tahun memiliki setidaknya satu keratosis seboroik. Biasanya muncul pada usia paruh baya, namun juga dapat terjadi pada individu lebih muda; misalnya, 12 % kasus ditemukan pada anak berusia 15–25 tahun.
○ Perlakuan
Secara umum, lesi dapat dihilangkan dengan prosedur laser tanpa menimbulkan hiperpigmentasi.
#QS532 laser
#Er:YAG laser
#CO2 laser